Sabtu, 05 Maret 2016

Belajar Membuka Pintu



Cici yang sudah 14 tahun dan boy yang sudah 9 tahun koq masih di ajarin membuka pintu sih?? Iya, beneran. Tadi di perjalanan menuju trial netball'nya cici dan les gitarnya si boy, saya mengajarkan mereka untuk bisa belajar membuka pintu.

"Guys...Kamis kemaren daddy memecat salah satu staff daddy lho" saya membuka pembicaran dengan mereka. "Really??" tanya si boy cepat. "Daddy yang memecat dia??" lanjut dia lagi dengan pertanyaan selanjutnya. "Yup. Daddy yang mecat dia walaupun dia itu salah satu staff yang daddy suka, karena di perintahkan oleh bos daddy" saya menjawab pertanyaan dia tadi.
"Kenapa memangnya dad??" tanya si cici kali ini. "Soalnya dia melanggar peraturan" jawab saya. Selanjutnya saya menjelaskan secara singkat pelanggaran apa yang di langgar oleh si Alex, staff yang saya pecat ini, karena memang saya tidak mementingkan cerita ini sebab point pentingnya bukan di sini.

"Sewaktu kita mengucapkan salam perpisahan di hari terakhir dia ini, Billy mengucapkan kalimat yang berbeda dari yang lainnya lho" saya melanjutkan cerita saya kepada cici dan boy. "Memangnya Billy bilang apa dad??" tanya mereka berdua penasaran. "Menurut kamu apa yang dia katakan??" saya menantang mereka. Tentu saja mereka bingung menerka pertanyaan saya ini.

"How lucky you are" saya memberi jawaban mengenai apa yang di katakan oleh si Billy ini. "Tahu tidak kenapa daddy bilang apa yang di katakan Billy ini sangat menarik" tantangan saya berikutnya kepada mereka. "Soalnya Billy tidak suka bekerja di tempat daddy" si boy menjawab dengan cepat. "Make sense boy jawaban kamu, tapi bukan ini yang daddy coba arahkan kepada kamu" saya menerangkan kepada dia.

"Saat satu pintu tertutup berarti ada pintu yang lainnya terbuka. Pernah mendengar quote ini??" tanya saya lagi ke mereka. Tentu saja mereka menjawab pernah karena memang daddynya suka ngobrol dan suka memberi arahan model beginian kepada mereka, apalagi kalau ada quote yang dapat memberi motivasi kepada mereka. "Nah makanya kalau kamu melihat sesuatu itu dari sudut positifnya, maka akan tampak positifnya" saya memberikan point mengenai apa yang kita bicarakan ini.

"Alex harus belajar the hard way kali ini karena 1 pintu sudah tertutup buat dia tapi bukan berarti pintu dia lainnya tertutup juga selamanya" lanjut saya. "Dia harus belajar dari kesalahan yang dia perbuat untuk memperbaiki diri dan bisa mencapai tujuan dia melalui kesempatan atau pintu lainnya" saya masih berkotbah. "Dan inilah yang harus kamu ingat dan belajar pula melalui contoh riil yang daddy share ini" saya menanamkan pelajaran untuk mereka berdua.



Membuka sebuah pintu memang tampak mudah, tapi di saat kita sedih dan putus asa...di sinilah kita harus bisa membuka pintu lainnya yang membawa kita bisa mencapai tujuan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar